Minggu, 15 Juni 2014

HARGA PAKAN BABI K77




K77 ini di Bali dijual langsung ke peternak babi tidak melalui agen atau toko penjual karena untuk menekan harga jual dan harga beli ke peternak, karena jika harga sudah masuk Toko nantinya setelah sampai konsumen pastinya akan sangat mahal seperti harga2 pakan dipasaran pada umumnya yang selama ini sudah beredar di Bali.
Saat ini gudang K77 ada di Kabupaten Jembrana tepatnya di Br. Munduk Bayur Ds. Tuwed Melaya, Jembrana. Saat ini bagi para peternak dibuka harga pakan babi sangat ekonomis, selain untuk membantu para peternak menekan biaya pakan juga sekaligus untuk menambah pangsa pasar K77 di Bali yaitu ; untuk minimal pengambilan 10 Sak 375rb/sak diperuntukkan khusus bagi peternak.
Dengan harga yang sangat murah ini dibandingkan dengan harga pasaran product sejenis saat ini diharapkan para peternak bisa menekan biaya pakan dan dapat meningkatkan hasil peternakan.
Untuk pemesanan K77 ini bisa dilakukan dengan datang langsung ke lokasi Gudang atau dengan melakukan contact HP di halaman Saya web ini.

PAKAN BABI K77



K77 adalah jenis pakan babi yg terbuat dari bahan2 pilihan dengan komposisi campuran yang sudah disesuaikan dan sudah dilakukan tes laboratorium oleh pengelola pabrik.
Adapun material bahan2 dari K77 ini diantaranya ; Polard, jagung, kedelai, coklat, gandum, mineral, vitamin, mie kering Dll
Tidak seperti pada umumnya, dimana pada umumnya pakan babi kebanyakan berisi campuran Kulit Kakao atau kulit coklat dan dengan campuran kulit kopi. K77 ini tidak mengandung bahan2 tersebut, bahan2 tersebut selain untuk menekan biaya produksi juga efek pada babi yg mengkonsumsi pakan tersebut, babi yg dihasilkan akan mengandung banyak lemak.
Berbeda dengan K77 ini, komposisi bahan2nya diperuntukkan untuk menghasilkan daging yg dominan dari babi itu sendiri.
Dengan target hasil yg dihatapkan dengan pakan ini adalah masa panen maximal babi berusia 4 bulan terhitung sejak pertama kali dimulai menggunakan pakan ini. Sesuai dengan pengalaman peternakan, dalam jangka waktu 4 bulan babi sudah siap panen.


Jumat, 30 November 2012

Nasi Jinggo

Setelah sebulan menghilang dari peredaran, sekarang muncul lagi.,. hehehhee... maklum sibuk keliling Bali mencari inspirasi.. hahahahaha...
Kali ini kita bahas sedikit tentang makanan khas kota Denpasar dan sekitarnya. 
Bukan makanan mahal, bukan makanan orang kaya, bukan makanan sembarangan yang pasti ya..
Makanan yang akan kita bahas adalah Nasi Jinggo
Bagi yang sudah pernah tinggal diBali (Denpasar, Badung, Kuta dan sekitarnya), tentunya sudah tidak asing lagi dengan makanan ini. Makanan ringan yang murah meriah. Cukup sederhana memang makanan ini.. dengan dibungkus daun pisang, porsi yang hanya beberapa sendok makan dan lauk seadanya dan tentunya dengan harga yang g lebih dari 3.500 rupiah. 

Gambar : Google

Ketika sore menjelang dipinggir jalan sepanjang jalanan di Denpasar kuta sangat banyak dijumpai orang-orang yang berjualan nasi jinggo ini. Dengan duduk dipinggir jalan dengan menggunakan meja kecil, keranjang kecil berisi bungkusan-bungkusan nasi yang siap untuk dijual. Tidak sedikit dari kalangan kebawah sampai kalangan menengah bahkan terkadang dari kalangan atas yg mampir dan membeli Nasi jinggo ini. Alasan pengganjal perut sebelum makan besar, solusi diet, bahkan dengan alasan irit banyak orang yang suka mengkonsumsi nasi jinggo ini. 
Gambar : Google
Dari gambar diatas bisa kita lihat isi dari bungkusan daun pisang yg pertama. Ada sedikit nasi, mie, ayam sisit, sambat, serondeng (kalau orang bali menyebutnya saur, lauk makanan yg terbuat dari kelapa parut dioseng2) terkadang ada juga penjual yang menambahkan ikan laut, jeroan ayam dsb sebagai lauk pauknya.
Sebagai menu sarapan sangat pas diperut, kok sarapan?? ya karena ada juga penjual yang menjualnya dipagi hari untuk sarapan orang-orang yang hendak berangkat kerja dan tidak sempat untuk makan besar dirumahnya. 
Makan sebungkus rasanya lidah kurang pas ya... tambah lagi ah lagi sebungkus... bahkan ada juga yang bisa ngabisin sampe 4/5 bungkus... (doyan apa laper ya).. ya begitulah.. ketika kita makan Nasi Jinggo ini..
Vagi temen-temen yang berlibur keBali, tidak ada salahnya untuk mencoba makanan ini, mungkin ketika sedang ngeluyur menghabiskan malam dan kelaperan dengan modal tipis.. tidak ada salahnya mencobanya.. dijamin tidak akan miskin mendadak.. hehehe.. 

Dicoba ea....

Senin, 15 Oktober 2012

Lawar

Lawar <> kelelawar... heheheh maksud saya Lawar tidak sama dengan kelelawar.. 
Lawar disini yang saya maksud adalah makanan pelengkap nasi khas Bali.. Bagi yang belum pernah makan Lawar tentunya bertanya-tanya.. apa sih lawar itu?? Ya.. kali ini kita bahas tuntas tentang lawar..
Lawar bisa dibuat dari bermacam-macam jenis bahan sayuran, seperti Kacang panjang, Klungah atau kelapa muda yang belum ada dagingnya, Kuud atau kelapa muda, bungkil atau bagian pohon pisang paling bawah buah nangka muda, buah pepaya muda, Biu batu atau pisang krutuk, daun belimbing, dengan campiran daging Ayam atau Babi. 
Kalau dibuat bahan upacara agama lawar sering dibuat menggunakan campuran daging Babi ada juga yang menggunakan campuran daging ayam, sedangkan untuk yang dijual diwarung-warung makan lawar lebih banyak dibuat dengan campuran daging ayam meskipun ada juga yang kadang dibuat dengan campuran daging Babi.
 Contoh lawar
Sumber : Google

Contoh Lawar
Sumber : Google

 Contoh lawar merah
Sumber : Google

 Contoh lawar putih
Sumber : Google

Lawar ada 2 jenis yaitu lawar merah (lawar barak) dan lawar putih, kalau lawar merah (lawar barak) biasanya menggunakan campuran daging mentah yang langsung dicampur dengan adonan lawar. Ini keistimewaan dari lawar merah (lawar barak) yaitu.. racikan bumbu lengkap khas bali mampu membuat darah mentah tersebut menjadi matang dan tidak terasa mentah atau terasa amis saat dimakan. Karena bumbu lengkap bali menggunakan bumbu keras dan sangat complate sekali dan sangat berbeda dengan bumbu2 yang digunakan oleh orang2 penjual makanan biasa dipinggir jalan.
Kalau lawar putih dibuat tanpa menggunakan campuran darah mentah hanya bumbu dan bahan2 lawar tersebut dalam adonan. Masing2 lawar menggunakan bahan dasar berbeda memiliki rasa yang berbeda2 pula. Biasanya yang dijual diwarung2 makan lawar dibuat dengan menggunakan bahan kacang panjang.
Bagi yang ada yang datang kebali dan ingin mencicipi makanan khas ini bisa langsung aja mask ke warung makanan Bali, terutama lawar ini sangat identik dengan masakan Babi guling.. anda akan bisa membedakan rasanya jika dibandingkan dengan jenis masakan lainnya..
Bali memang punya banyak jenis makanan tradisional, jangan lupa jika datang ke Bali sempatkan diri anda untuk mencicipi semua jenis masakan khas Bali. tentunya yang boleh anda makan yah,...
Terima kasih

Omed-omedan

Jika sebelumnya kita sudah membahas banyak tentang makanan tradisional Bali, kali ini kita akan berbicara tentang adat budaya Bali yang patut diketahui oleh kita semua.

OMED-OMEDAN

Ya.. benar Omed-omedan.. sekarang saya akan bercerita sedikit tentang tradisi Bali yang satu ini..
Omed-omedan artinya saling tarik menarik, dari artinya dapat kita simpulkan bahwa ini adalah kegiatan tarik-menarik. Tidak hanya segitu aja maknanya.. Omed-omedan disini adalah suatu kegiatan saling tarik menarik, saling mencium lawan jenis. Tanpa berfikir porno lo yah..
Ini adalah sebuah tradisi Bali yang khusus dilasanakan di Daerah Bali tepatnya Banjar Kaja Desa Sesetan Denpasar Selatan. Acara ini dilangsungkan setiap tanggal 1 Caka penanggalan Bali yaitu 1 hari setelah Hari Nyepi tepatnya di hari Ngembak Geni.
Acar aini diikuti oleh banyak peserta muda-mudi dengan kisaran umur mulai dari 17 sampai 30 tahun dan tentunya dengan syarat belum menikah.
Aturan main dari acara ini adalah, setiap orang saling mencium lawan jenis yang menjadi pasangannya. Adegan ciuman ini ditonton oleh masyarakat banyak tentunya. 
Sebelum acara ini dimulai para peserta sebelumnya melakukan doa bersama guna memohon keselamatan dan kelancaran dalam acara ini berlangsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ketika acara doa bersama selesai, peserta kemudian dibagi menjadi 2 kelompok oleh panitia, masing-masing kelompok beranggotakan sekitar 50 orang. Ketika aba-aba siap dilontarklan oleh panitia , para peserta kemudian saling berlari mencari pasangannya dan adegan ciuman pun dimulai. Bagi peserta yang tidak bisa mencium pasangannya akan disiram air oleh panitia. Adegan ciuman dilakukan bukan atas dasar nafsu lo yah...
Sumber : Google


 Sumber : Google
Omed-omedan ini awal kisahnya, pada jaman dulu ketika di Sesetan masih ada sebuah kerajaan Kecil, ada 2 orang anak-anak yang bermain tarik menarik satu sama lain,,, kemudian berlanjut menjadi saling peluk-pelukan. Suaranya sangat ramai, dan kebetulan ketika itu Sang Raja sedang sakit keras, karena tidak tahan mendengar suara yang ramai diluar akhirnya Sang Raja memutuskan untuk keluar. Ketika sampai diluar dilihatlah anak-anak yang sedang saling peluk-pelukan tarik-menarik itu dan seketika itu sakit Sang Raja menjadi sembuh. Mulai saat itu Sang Raja memerintahkan masyarakatnya untuk terus melakukan acara Omed-omedan tersebut. Pernah suatu ketika acara omed-omedan ini di tiadakan oleh masyarakat, tetapi ada suatu kejadian aneh terjadi.. ada 2 ekor babi berkelahi di pelataran Jaba Pura.. masyarakat menganggap itu adalah suatu isyarat akan terjadi sesuatu yang tidak baik, dan takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka oleh sesepuh Desa diputuskan untuk melakukan kembali acara Omed-Omedan tersebut dan dilakukan sampai sekarang setiap tanggal satu Caka penanggalan Bali.

Bagi anda yang suka berlibur ke Bali pada menjelang hari raya Nyepi, sempatkan untuk datang ke Sesetan, jaraknya cukup dekat hanya sekitar 7 km dari wilayah Kuta untuk menonton acara ini.. 
Kemeriahan acara ini bisa dilihat dari antusias peserta dan penonton yang datang untuk menyaksikan langsung acara ini. Tidak kurang juga banyak para wisatawan / turis manca negara yang datang untuk menonton acara ini....



Minggu, 14 Oktober 2012

Belajar Bahasa Bali 2

Jika sebelumnya kita sudah belajar sedikit tentang tata bahasa Bahasa Bali, sekarang kita belajar tentang penggunaan kata dalam bahasa Bali.
Sekarang kita akan bahas angka dan penggunaan angka dalam bahasa Bali.

Berikut angka dalam Bahasa Bali :


INDONESIA BAHASA BALI DIBACA PENGGUNAAN DALAM KALIMAT
Satu Se / Sik / Besik Se/Sik/Besik Se/Sik (Untuk Menghitung), Besik (menyatakan Jumlah)
Dua Dua Due Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Tiga Telu Telu Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Empat Pat Pat Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Lima Lima Lime Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Enam Nem Nem Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Tujuh Pitu Pitu Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Delapan Kutus Kutus Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Sembilan Sia Sie Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Sepuluh Dasa Dase Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Sebelas Solas Solas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Belas Roras Roras Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Tiga Belas Telulas Telulas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Empat Belas Pat Belas Pat Belas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Lima Belas Limolas Limolas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Enam Belas Nem Belas Nem Belas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Tujuh Belas Pitulas Pitulas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Delapan Belas Plekutus Plekutus Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Sembilan Belas Sia Ngolas Sie ngolas Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Duang Dasa Duang Dasa Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Satu Slikur Selikur Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Dua Dua Likur Due Likur Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Tiga Telu Likur Telu Likur Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Empat Pat Likur Pat Likur Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Puluh Lima Selae Selae Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Tiga Puluh Telung Dasa Telung Dase Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Lima Puluh Seket Seket Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Seratus Satus Satus Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Ratus Satak Satak Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Dua Ratus Lima Puluh Satak Seket Satak Seket/Tak Eket Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Lima Ratus Limangatus Limangatus/Mangatus Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Seribu Siu Siu Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah
Seratus Ribu Satus Tali Satus Tali Untuk Menghitung & Menyatakan Jumlah

Contoh kalimat menggunakan angka Bali :

Contoh Kalimat Dibaca Artinya Jawaban
Kuda ngelah Pis? Kude ngelah Pis? Berapa punya Uang? Satus
Kuda liune? Kude liune? Berapa jumlahnya? Satus
Coba petekin liune Coba petekin liune Coba hitung jumlahnya Sik, Due, Telu, Dll
Kuda maan duman? Kude maan duman? Berapa dapat bagian Besik

Ada beberapa angka Bahasa Bali yang  sama dengan Bahasa Indonesia : Misalkan Satu Juta, dua Juta, satu miliar meski sebenarnya ada kata Balinya yaitu : ajuta (satu juta), duang juta (dua juta), amiliar (satu miliar)

Sekian sekilas tentang angka Bali,.. selanjutnya akan kita bahas lagi di halaman berikutnya..Jika ada yang ingin ditanyakan bisa post coment yah...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Perang Tipat bantal

Tipat bantal dalam bahasa Indonesia artinya Ketupat Bantal, salah satu jenis keluarga dari berbagai macam jenis ketupat yang ada.
 Foto : Google
Disalah satu daerah Bali tepatnya Desa Kapal Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Bali, terdapat tradisi turun temurun yang selalu dilaksanakan oleh seluruh masyarakat desa yang bertujuan sebagai ungkapan rasa Hormat, rasa terima kasih kepada Tuhan Sang Maha Pencipta atas semua anugerah yang telah dilimpahkan kepada seluruh masyarakat. Rasa syukur ini dilaksanakan dengan cara melakukan Tradisi Aci Rah Pengangon atau lebih dikenal dengan istilah Perang Tipat Bantal.
Tradisi ini dilaksanakan setiap 1 tahun sekali tepatnya pada hari Purnama Kapat (purnama keempat) penanggalan Bali yang jatuh sekitar bulan September & Oktober setiap tahunnya.
Cara ini dimulai dengan pertama-tama seluruh masyarakat melakukan persembahyangan bersama di pura setempat guna memohon anugerah, memohon keselamatan agar selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dan dilancarkan semua acara kegiatan yang akan dilakukan. Setelah selesai acara persembahyangan semua warga berkumpul di jaba pura (bagian luar pura), dan masing2 dibagi menjadi 2 kelompok, utara dan selatan. Kedua kelompok saling melemparkan ketupat mereka ke kelompok lawan dan mereka berusaha mempertemukan ketupat yang mereka lemparkan diudara.
 Foto : Google
Tidak sedikit dari peserta yang menjadi korban perang ini, peserta, penonton pun sering terkena lemparan ketupat ini. Tidak ada dendam dalam masalah ini, semua dilakukan dengan gembira.
 Foto : Google
Ketika perang selesai, maka sisa-sisa ketupat yang sudah dilemparkan dan berserakan dikumpulkan lagi menajdi satu kemudian ditebar dipersawahan petani desa setempat agar hasil dari pertanian semakin melimpah dan kehidupan masyarakat semakin baik.
Semoga tradisi unik ini tidka pernah pudar dimakan zaman, karena ini semua adalah peninggalan Leluhur yang memiliki arti penting dalam kehidupan manusia.

Kue Dadar

Dari perjalanan sebelumnya kita sudah banyak membahas tentang makanan Bali, Jajan pasar tradisional.. sekarang kita akan membahas salah satu Jajan/Tradisional Bali yaitu Jaje Dadar atau Kue Dadar.
Kue ini hampir sama seperti jenis kue pada umumnya yaitu dengan menggunakan tepung, gula dan kelapa parut sebagai perasa manisnya.
Sebelumnya kue yang sudah kita bahas adalah Kue Lak-lak dan Kue Klepon. Kue Dadar ini hampir sama.. hanya saja bentuknya berbeda dari Kue Lak-lak. Bentuk dari Kue Dadar ini adalah digulung dengan Gula dan Kelapa parutnya berada didalamnya.
 Bentuk Kue dadar masih dibungkus daun


 Bentuk Kue Dadar baru dibuka pembungkusnya..


 Kue Dadar saat digigit.... Terlihat didalamnya campuran Gula dengan Parutan Kelapa yang menjadikan rasanya menjadi lebih maknyus....

Kue ini bisa ditemukan dengan mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional hampir diseluruh Bali. Bahan dari kue ini semuanya menggunakan bahan alami. Pewarnanya juga menggunakan bahan alami, yaitu dari daun khusus yang diambil airnya dan dicampur dengan semua bahan tepungnya. Jadi aman untuk dikonsumsi.. Kue ini bagi masyarakat muslim halal jadi tidak usah ragu2 untuk mencobanya...
Selamat mencoba

Jaje Lak-lak

Teman-teman sekalian... gimana hari ini, masih semangat kan untuk mengelilingi Bali ..
Harus itu... datang ke Bali tidak cukup hanya tidur dipenginapan atau diHotel.. Pagi-pagi bangun tidur habis cuci muka... segera bergegas pakaian, keluar kamar dan menuju pasar tradisional terdekat dengan tempat menginap...
Loch ngapain? Ya..kali ini kita berburu makanan tradisional khas Bali yang biasanya dijajakan dipasar-pasar tradisional. LAK- LAK .. ya itu dia.. bukan Leak loh ya.. hehehhe..


Jajanan pasar ini bentuknya hampir mirip dengan Serabi.. tetapi dari ukurannya dan rasanya pasti berbeda..
Rasanya yang sedikit kenyal tetapi lembut dilidah dengan balutan gula merah cair dan sedikit kelapa muda parut membuat makanan ini cukup terasa manja dimulut dan ingin melumatnya terus... Hahahahahha...Seperti itulah kira-kira reaksi orang yang memakannya..
Bagi yang penasaran, makanan ini dapat dijumpai dipenjual jajan tradisional Bali di warung pinggir-pinggir jalan atau dipasar-pasar tradisional. Harganya sangat murah,. dengan dua ribu rupiah sudah mendapat lumayan banyak jajanan ini.. So.. 
Selamat mencoba

Kamis, 11 Oktober 2012

Sate Lilit


Ya.. kali ini kita bahas makanan kuliner khas Bali. Sate .. siapa yang tidak kenal dengan sate. Disemua wilayah Indonesia sangat mudah sekali dijumpai sate. Nah trus ini sate apa kalo memang dimana2 banyak ada sate?? Beda, sate yang khas ada di Bali ini adalah sate lilit. Dari namanya saja sudah beda. Jika biasanya sate itu bahan utamanya daging yang ditusuk kemudian dibakar dg panas bara, kemudian dibumbu.. berbeda dengan sate ini. 
Sate lilit bahan utamanya yang sudah tercampur dengan bumbu dililitkan pada potongan serai atau potongan pelepah kelapa atau potongan bambu yang sudah dibentuk sedemikian rupa dan ukuran.
Bahan -bahan sate lilit beraneka macam, bisa dari ikan laut yang dihaluskan, bisa dari daging ayam, bisa dari daging babi Dll dengan campuran daging biasanya kelapa parut.
Untuk proses masak dari sate ini sama dengan proses masak sate pada umumnya yaitu dibakar dengan panas bara api.

Rasa dari sate ini sangat berbeda dengan sate pada umumnya. Bumbu yang dipakai menyatu dari dalam disetiap bagian-bagian sate tersebut. 
Sate ini sangat mudah ditemukan diwilayah Bali, biasanya penyajiannya akan lebih sempurna jika dikombinasikan dengan sambal matah. Harganya variasi, mulai seribu rupiah per tusuknya.. 
Bagi anda yang belum pernah mencobanya, jika berkunjung kebali sempatkan diri anda untuk mencicipi masakan khas ini.. Dan rasakan bedanya..

Selamat mencoba